Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label love

Hide With Me

Tuhan. Aku bersyukur atas pilihan jalanMu. Aku banyak berucap terimakasih atas rasa sakit dan kecewa yang Kau berikan awal tahun. Semoga rasa sakitku dan kerugianku di masa lampau digantikan oleh rizki dan karuniaMu. Aamiin. Dari Intan, Kathreen, Inji dan Electra.

The Fear of Living a Linear Life

halo, teman. selamat datang di bulan Desember. Bulan di mana semuanya sibuk, ada yang sibuk liburan, sibuk DWP yang line-up nya bikin larut sama euforia, sibuk bikin acara akhir tahun, dan sibuk-sibuk lainnya yang banyak menyita waktu. kadang kesibukan tersebut membuat beberapa orang diam sejenak dan berfikir, 'hey, setahun ini saya sudah menghasilkan apa?' itu terjadi barusan, ketika pulang dari kampus di perjalanan pulang... thinking about past, kenapa semuanya saling berkaitan, satu sama lainnya sangat kuat. tidak ada yang sia-sia. maksudnya, selalu ada pelajaran dibalik sesuatu yang terjadi. suka mikir kenapa selalu ada sebab-akibat kemudian kesimpulannya? kejadian yang ini berkaitan dengan yang itu lalu akhirnya begini, kemudian selesai. nanti ada lagi ini-itu-begini-selesai yang lain. sekarang kebetulan sedang mengalami 'ini' dan gak tau kapan akan ketemu 'selesai'. contohnya, ada cewek dan cowok kenalan. ini: kenalan di sosmed itu: pdkt dan s...
Ini bukanlah fiksi. Ini kisah tentang seorang lelaki yang tak bisa bersetia dan seorang perempuan yang menunggu. Si lelaki akhirnya menyerah pada kelemahannya dan si perempuan lelah menunggu si lelaki berubah. Si perempuan adalah matahari yang memberi dengan kerelaan, sementara si lelaki adalah malam gelap yang dingin dan muram. Keduanya telah berusaha untuk tidak menyerah pada harapan. Namun lagi-lagi si lelaki tak bisa bersetia. Pada dirinya sendiri ia telah berkhianat lantas si perempuan memilih untuk tidak lagi hidup bersia-sia. Kami berpisah. Semoga dengan baik-baik. Semoga ini tidak membawa luka. Juga pada siapapun. Demikian. Credit to: Arman Dhani (@arman_dhani)

Sebuah Percakapan di Sebuah Social Media, Rabu Malam. 18 06 2014.

21:50 Nadia Magdalena: Inji 21:50 Nadia Magdalena: Kangen 21:50 Nadia Magdalena: Jaga diri ya 21:50 Nadia Magdalena: Yg negatif2 dikurangi, dihentikan malah lebih bagus 21:51 Nadia Magdalena: Aku sedih gak bisa di samping kamu 21:51 Nadia Magdalena: Aku mungkin sudah terlalu nyaman sama 21:51 Nadia Magdalena: *sama kamu 21:51 Nadia Magdalena: Aku takut kamu berubah 21:52 Nadia Magdalena: Inji jaga pergaulan ya 21:52 Nadia Magdalena: Buktikan kalo stereotype orang ke cewek jawa barat salah 21:52 Nadia Magdalena: Jangan ngerokok lagi 21:53 Nadia Magdalena: Jangan tambah parah ya gaulnya di sana 21:54 Nadia Magdalena: Awas aja klo kamu jadi ayam kampus di sana 21:54 Nadia Magdalena: Inget ibu sama kakak2 kamu. Inget alm bapak juga 21:58 Nadia Magdalena: Aku ingin kamu bahagia. Sungguh. Sukses dan ceria. Tapi bahagia yg bertanggung jawab ya

where are they going?

MISSING: WHOLE FAMILY

Kau tau sayangku?

Kau tau sayangku? Genggaman kamu terlalu lemah. Terlalu lemah untuk jatuh dan terbang. Kau tau sayangku? Apabila ada air, Tubuhmu hanya tergenang di lautan. Kau tau sayangku? Hujan menumpahkan air. Namun kau menumpahkan banyak darah. Kau tau sayangku? Bunga bermekaran, Dan kamulah yang membuat mereka layu kekeringan. Kau tau sayangku? Kepalaku berbicara banyak tentang kamu. Mereka tidak suka kepadamu, begitupula dengan kepalaku. Kau tau sayangku? Kepalaku pandai berbohong. Hati nuraniku tidak. Dan kau tau sayangku? Aku lelah.

Rumah

Segelintir naskah percakapan sore ini, bersama @hananadiayaya di dalam B4 kami bersila. "temanku bilang... mempunyai sebuah hubungan spesial layaknya kita menempati sebuah rumah. kalo ada lampu yang mati, kita bukan beli rumah yang baru yang lampunya masih nyala, tapi mengganti lampu yang mati itu dgn lampu yang baru." "kesimpulannya?" "jadi kamu harusnya ngebenerin sifat dia, bukan cari lagi yang baru!" ---

Well, Every Story Doesn't Have a Happy Ending. It Could Be Saddest Than You Ever Imagine.

Panjang bener judulnye. Stalky, mau curhat dong. Kenapa sih, sendu selalu bergurau dikala hujan? Bersamaan dengan secangkir teh dan obat mual, aku bercerita... Cerita pertama: Di suatu hari, ada sepasang sepatu kulit warna putih tergeletak secara acak yang terciprat darah. Darah itu telah mengering, pertanda darah itu sudah lama berada di sepatu tersebut. Satu hari kemudian pemiliknya datang dan memungut sepatu itu kembali, dan dia membiarkan darah tersebut menjadi ornamen selama beberapa minggu. Perharinya, darah itu diseka oleh tetesan air hujan yang mengenai sepatu tersebut, jadilah sepatu itu lembap dan mulai retak karena kering, rusak dipapar sinar matahari. Kemudian pemilik sepatu tersebut berfikir, sepatunya sudah jelek. Keesokan harinya dia melewati sebuah toko sepatu. Dilihatnya sepatu kulit yang jauh lebih mentereng dibandingkan dengan sepatunya kini. Dia tertegun beberapa saat, dan melanjutkan langkahnya untuk bekerja. Di setiap harinya dia selalu melewati...

Sibiru

Buat Sibiru, yang lagi disana. Aku buktiin disini, ya. Maaf, bukannya aku gila atau apa, maaf. Ini sekedar me-lebay-kan serta mendramatisir keadaan. Ehm, Sibiru Hai, Sibiru. Apakah kamu nyaman di sana setelah 3 hari dibungkus rapih bersama sekaleng twister? Apakah kamu merasa mual ketika di perjalanan, terguncang hebat dan kepanasan? Apa kabarmu dengan majikan baru yang lebih dewasa dariku? Ingatkah ketika pandangan pertama kita ketika di sebuah toko di suatu pusat perbelanjaan? Suka-duka kita mencari IP yang nyasar ke blog ini dan tiba-tiba diajak bergabung di sebuah organisasi topi hitam? Ketika kita sama-sama nge-hang, aku kesulitan bertitung, kamu kesulitan menghitung. Haha, pasti kamu ingat ketika kita terakhir bersama di sebuah ekstrakurikuler. Ya, itu terakhir kalinya kamu menampilkan foto face swap  hasil editanku kepada proyektor lalu proyektor kepada tembok. Ya, sayang. Waktu itu begitu indah.  Oh iya. Keadaan susah pun kita lewati. Ketika kamu dalam ...

#30: You Are (not yet) Free Now

Jika kamu mencintai seseorang, bebaskanlah dia. Jika dia kembali kepadamu, maka dia adalah milikmu. Jika tidak, maka dia tidak akan pernah jadi milikmu. Bahkan dalam hubungan percintaan, seseorang perlukan ruang untuk dirinya sendiri. Jika kita mau belajar untuk mencintai, pertama kita harus belajar untuk memaafkan dan melupakan masa lalu yang buruk serta kedukaan hati kita.  Mencintai bererti melepaskan rasa takut, curiga, dan ego. “Hari ini aku melepaskan semua rasa takutku, masa lalu tidak akan dapat mempengaruhi ku. hari ini adalah lembaran baru bagi hidupku!" hidup ini adalah hidupmu.. jadi segala sesuatu nya itu adalah jalanmu.. dan jalanmu itu adalah pilihanmu..