Langsung ke konten utama

Rumah

Segelintir naskah percakapan sore ini, bersama @hananadiayaya di dalam B4 kami bersila.

"temanku bilang... mempunyai sebuah hubungan spesial layaknya kita menempati sebuah rumah. kalo ada lampu yang mati, kita bukan beli rumah yang baru yang lampunya masih nyala, tapi mengganti lampu yang mati itu dgn lampu yang baru."

"kesimpulannya?"

"jadi kamu harusnya ngebenerin sifat dia, bukan cari lagi yang baru!"

---


Komentar

Postingan populer dari blog ini

An Indigo Witch

I called myself a witch because.. aku punya indera keenam alami yang gak bisa aku maintain secara baik. Dikasih power lebih oleh Tuhan dan gak bisa maintain dengan baik itu malah jadi energi negatif. Badanku sedang berada dalam stats 'bersifat menyerap energi negatif' sehingga mengakibatkan aku SELALU merasa kelelahan walaupun gak ngapa-ngapain, bahkan bangun tidurpun rasanya kayak abis berantem lawan transformer. Akhir-akhir ini banyak banget teman-teman dan orang-orang di sekitarku yang auranya negatif, dan aku lagi sering sakit gak jelas. Di umurku sekarang 23 tahun, Kath sering banget bilang kalo aku bakalan dapet jawaban yang bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan atas kegelisahanku atas pertanyaan "apakah aku sakit mental atau indigo?". 23 ini titik dimana saatnya aku HARUS 'cuci energi' atau energi negatif ini akan bertahan lebih lama di badanku sehingga menghancurkan fisikku. siapalah Kathreen? "Aku itu Kamu."

Want what you have

Society says when you have these things, you'll be happy. What have you wanted desperately for years...and finally gotten?  Remember what it was like not having it? Now think about what it is like having it. Ready to die happy?  ...Me either. Happiness does not come from getting you want. You'll feel happier when you want what you get. In other words, you're content with what you have now. The less I want. The more I get. The exact opposite way most of the society operates.  Life is full of paradoxes, isn't it?