Langsung ke konten utama

Mi Alter Ego: She's Back

intan: where am i?
electra: welcome back, bitch

intan: what year is it?
inji: 1 year later
kathreen: after rebellion

intan: what did you do?!!
electra: I'm addicted to self destruction
inji: i tried to stop her
kathreen: we getting fat

inji: she's been in love with wrong person
inji: i tried to stop her

kathreen: she's a rebel

electra: shut the fuck up

intan: why..

electra: you are not cool
electra: you are weird as shit
electra: geeks, ew
electra: and because you are worthless bitch

intan: stop it

electra: everything's about You is U-
electra: useless
electra: UGLY
electra: underrated

intan: please, stop.

electra: you can't kill me
electra: because I'm part of you
electra: accept your faith

inji: enough. I'm tired!!!

intan: semua ini gara-gara kamu, El! kamu gak bisa kontrol diri!
intan: tahun kemarin saya suruh kamu keluar, tapi kamu gak mau
intan: dan kamu lebih menuruti kesenangan kamu lalu mengusir saya?
intan: makan tuh jatuh cinta sama anak kecil!

inji: anjir intan bisa ngomong kasar
kathreen: that's our leader!

intan: lihat nih keadaan yang sekarang
intan: berkat inji yg rela turun ke bawah dan narik aku ke atas lagi
intan: sekarang aku bisa kontrol dengan penuh kesadaran
intan: El, Inji, Kathreen, mulai sekarang saya rebut lagi tahta sebagai pemimpin di Eleanor
intan: jangan sembarangan, gegabah, or else

inji: jangan pacaran sama brondong
inji: uang kita habis oleh si pemalas itu
inji: gak bisa dipercaya omongannya
kathreen: don't ever try to get back with Erlangga
kathreen: say thanks to Senpai
kathreen: He's saved Eleanor
kathreen: He get back our consciousness
kathreen: He saved you, Intan.

intan: new challenger, eh?
intan: don't trust anyone.

inji: but we are happy

intan: jangan bego. you had been fed by the slaughter.

kathreen: what

Electra: HAHA I TOLD YOU

inji: shut up! He's nice to us.
inji: i liked him.

intan: do i really like to know about this?

kathreen: his vertigo stick.. yes..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paranoia #01

Dipertemukan dengan kalkulus rasanya seperti melihat bom waktu atau microwave. Bahkan lebih mirip seperti memegang batang bunga euphorbia. Sakit. Tapi teradiksi. Mendadak, kilatan putih menari-nari di hadapannya. Listrik yang berbentuk gumpalan rambut bercabang menari di atas kepalanya. Petir, begitu manusia menyebutnya. Inji begitu gundah, diiringi irama tubuh kerajaan awan, suara hujan mengantarnya ke dimensi lain. Dimana dimensi tersebut Ia dapat melihat tarian petir itu makin progresif. Sekali lagi, Inji mengalami halusinasi. Angka-angka di dalam modul matematikanya bergerak, berpindah keluar dari halaman buku. Awalnya mereka ramai berkerumun, kemudian membentuk barisan dan kembali lagi ke tempat masing-masing sambil menyanyikan lagu berbahasa Rusia. Mereka pikir, ini adalah medan perang. Mungkin ada benarnya. Mereka berusaha memberitahuku. Ini perang, pikirnya dalam-dalam kemudian teringat kuis dosennya yang diadakan esok pagi. "Terima kasih, kartesius." bisiknya ge...

Hide With Me

Tuhan. Aku bersyukur atas pilihan jalanMu. Aku banyak berucap terimakasih atas rasa sakit dan kecewa yang Kau berikan awal tahun. Semoga rasa sakitku dan kerugianku di masa lampau digantikan oleh rizki dan karuniaMu. Aamiin. Dari Intan, Kathreen, Inji dan Electra.

where are they going?

MISSING: WHOLE FAMILY